Blockchain Bidik 50 Persen Rakyat Indonesia yang Tidak Digubris Bank
2019-12-26 16:11:47Sumber:viva.co.id

Teknologi Blockchain seperti dua sisi mata uang. Sebab, teknologi yang diklaim sulit diretas itu masih menyisakan pro dan kontra. Namun faktanya bahwa Blockchain telah digunakan di hampir berbagai sektor industri di dunia.Keberadaan teknologi ini sejalan juga dengan maraknya artificial intelligence (AI), big data, serta internet of things (IoT). Oleh karena itu, Blockchain dianggap sebagai gelombang baru dalam bidang industri dan perekonomian secara menyeluruh.


Kepala Eksekutif Indodax, Oscar Darmawan mengaku adanya teknologi Blockchain maka menghadirkan cara berinvestasi yang lebih baru, lebih aman, dan menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat Indonesia. "Kami sebagai bagian dari ekosistem digital akan berusaha semakin lebih giat dalam mendorong perekonomian digital Indonesia. Yaitu, memperluas dan meningkatkan akses keuangan masyarakat Indonesia. Ditambah lagi saat ini lebih dari 50 persen populasi Indonesia masih belum terjangkau perbankan," katanya di Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.


Sebagai informasi, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 50 Tahun 2017 tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen bahwa target literasi keuangan di tahun ini sebesar 35 persen.Sedangkan, berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif menyebut target inklusi keuangan pada 2019 justru sebanyak 75 persen.


Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (SNLiK OJK) 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen.Angka ini naik dibanding hasil SNLiK OJK 2016, yaitu indeks literasi keuangan 29,7 persen dan indeks inklusi keuangan 67,8 persen.

BERITA TERKINI MORE

    ANALISIS PROYEK MORE